Kalau anda lupa password bios dan pusing nebak-nebak password bios atau meles untuk membuka coba aja tips berikut : metode ini untuk mereset bios tanpa menyentuh hardwarenya.
sebeLumnya anda masuk ke command.com ==> star => run => ketik cmd
setelah itu masuklah ke drive C:\ kemudian ketik DEBUG
terus ketikan kode berikut :
=>70 2e
=>71 ff
Q
Perhatikan o merupakan hurur O kecil spasi juga di sertakan, setelah itu restart ulang komputer anda, maka password BIOS akan hapus, jangan kaget kalo tanggal dan jamnya kembali ke tahun pembuatannya ato tidak sesuai dengan kenyataan.
sumber: kaskus
Selasa, 24 Februari 2009
Senin, 23 Februari 2009
Agen Pulsa Elektrik
Selamat Datang
Calon Agen pulsa Elektrik yth,
Peluang bisnis masa depan berada di ujung jari anda, bisnis pulsa elektrik / pulsa elektronik -- menjadi agen pulsa elektrik untuk semua operator, canggih dan sangat menguntungkan --. Dengan modal sangat kecil, tanpa perlu tempat khusus, berlaku di seluruh Indonesia.
• Gratis Pendaftaran
• Pulsa Elektrik termurah (coba bandingkan!) dan terlengkap untuk semua Operator.
• Sistem pengisian pulsa elektrik secara otomatis dengan perintah sms
• Transaksi Real Time 7x24 jam.
• Pulsa elektrik dapat dipakai dimana saja di seluruh Indonesia.
• Tidak perlu tempat penyimpanan voucher pulsa, sehingga pulsa elektrik tanpa resiko hilang.
• Tidak perlu gosok voucher pulsa, pulsa elektrik lebih praktis.
• Tanpa resiko kerugian terhadap harga pasar yang cenderung berubah-ubah, karena anda masih menyimpan modal usaha anda dalam saldo rupiah bukan pulsa.
• Kendali ditangan anda, anda bisa memonitor jumlah deposit, ganti password dan rekap transaksi hanya dengan SMS ke Server kami.
"ayo buruan daftar jangan sampai ketinggalan"
-BUKAN MLM-
PENDAFTARAN KLIK DISINI
CARA TRANSAKSI + HARGA PULSAKLIK DISINI
Calon Agen pulsa Elektrik yth,
Peluang bisnis masa depan berada di ujung jari anda, bisnis pulsa elektrik / pulsa elektronik -- menjadi agen pulsa elektrik untuk semua operator, canggih dan sangat menguntungkan --. Dengan modal sangat kecil, tanpa perlu tempat khusus, berlaku di seluruh Indonesia.
• Gratis Pendaftaran
• Pulsa Elektrik termurah (coba bandingkan!) dan terlengkap untuk semua Operator.
• Sistem pengisian pulsa elektrik secara otomatis dengan perintah sms
• Transaksi Real Time 7x24 jam.
• Pulsa elektrik dapat dipakai dimana saja di seluruh Indonesia.
• Tidak perlu tempat penyimpanan voucher pulsa, sehingga pulsa elektrik tanpa resiko hilang.
• Tidak perlu gosok voucher pulsa, pulsa elektrik lebih praktis.
• Tanpa resiko kerugian terhadap harga pasar yang cenderung berubah-ubah, karena anda masih menyimpan modal usaha anda dalam saldo rupiah bukan pulsa.
• Kendali ditangan anda, anda bisa memonitor jumlah deposit, ganti password dan rekap transaksi hanya dengan SMS ke Server kami.
"ayo buruan daftar jangan sampai ketinggalan"
-BUKAN MLM-
PENDAFTARAN KLIK DISINI
CARA TRANSAKSI + HARGA PULSAKLIK DISINI
Label:
Tip dan Trik Komputer
Sabtu, 21 Februari 2009
Reset manual Canon IP1880

This is How to Reset Canon Pixma iP 1880 :
1. Tekan tombol Resum ( 1 - 2 menit )
2. Buka Cover Printer
3. Lepas Head cartridge kemudian pasang kembali
4. Tutup cover kembali...
5. matikan printer kemudian Hidupkan kembali
Semoga sukses
Label:
Tip dan Trik Komputer
Tidak Menyadari Kesalahan Adalah Suatu Kebodohan
Syaikh Ibnu Atha’illah
Diantara kebodohan murid adalah saat jika ia tidak sopan, kemudian hukumannya ditangguhkan, maka ia berkata, “Seandainya ini adalah ketidaksopanan, maka tentu pertolongan akan diputus, bahkan dijauhkan.” Bisa saja ia tidak menyadari bahwa pertolongan Allah dihentikan, sekalipun hanya berupa tidak adanya tambahan. Bisa pula pertolongan itu dijauhkan darinya tanpa ia menyadarinya, sekalipun hanya membiarkan dirimu dan apa yang engkau inginkan.
Murid yang dimaksud adalah orang-orang yang menekuni makrifat, yaitu mereka yang mempunyai kehendak untuk menuju jalan Allah. Termasuk kita sekarang ini, yang ingin menempuh jalan Kebenaran, jalan Makrifat. Adalah merupakan suatu kebodohan jika kita tidak menyadari akan kesalahan diri sendiri terhadap Allah.
Seumpama kita terlanjur lalai atau berbuat tidak sopan kepada Allah, tetapi kita merasa Allah tidak Menghukum kita. Kita merasa yakin Allah tidak mencabut nikmat-Nya atau tidak menjauhkan nikmat itu. Dan hati menjadi tenang, seraya berkata, “Seandainya aku bersalah tentu pertolongan-Nya dicabut, namun kenyataannya tidak, maka berarti aku tidak bersalah.”
Kita tidak tahu, sesungguhnya orang yang berbuat salah dan pekertinya buruk terhadap Allah, maka Allah tidak serta Menjatuhkan siksa-Nya, tidak serta memutus pertolongan-Nya. Bisa saja tidak kita sadari bahwa pertolongan-Nya itu diputus secara perlahan-lahan. Atau secara halus – nyaris tidak terasa – kita dijauhkan dari nikmat, atau kita tidak diberi tambahan nikmat. Sebenarnya itu adalah peringatan dari Allah, namun karena kebodohan kita, maka kita tidak menyadarinya.
Kebodohan itu jika dibiarkan, semakin lama akan menjebak diri sendiri. Karena setiap kita berbuat tidak sopan – maksiat – selalu saja merasa tidak bersalah. Maka timbullah rasa ujub di dalam hati. Lalu hati tercemar debu-debu dosa yang menghalangi jalan menuju Allah. Hijab yang menghalangi antara diri kita dengan Allah semakin tebal. Dan, na’udzubillah, kita menjadi orang yang tersesat. Perhatikan firman Allah, “Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya (tidak taat) maka sesungguhnya dia telah sesat dengan kesesatan yang nyata [QS. Al-Ahzab 36]
Maka ketahuilah tanda-tanda orang yang tersesat diantaranya adalah ia merasa berat dan sukar untuk mengerjakan perintah-Nya meskipun sudah berusaha untuk melakukannya, mudah tergoda dan melanggar larangan-Nya meskipun ia berusaha untuk mencegah langkahnya menuju larangan itu, dan ia merasa tidak membutuhkan pertolongan Allah lagi, sehingga ia enggan berdoa.
Sebaliknya, orang yang dibukakan jalan lapang menuju Allah ialah ia merasa ikhlas dan mudah melakukan perintah-Nya, ia tidak mudah terjebak dalam lorong kemaksiatan, dan senantiasa berdoa maupun bersyukur karena tetap merasa membutuhkan Allah, kapan dan dimana saja.
Sumber : Buku Telaga Makrifat Karya Syaikh Ibnu Atha’illah
Diantara kebodohan murid adalah saat jika ia tidak sopan, kemudian hukumannya ditangguhkan, maka ia berkata, “Seandainya ini adalah ketidaksopanan, maka tentu pertolongan akan diputus, bahkan dijauhkan.” Bisa saja ia tidak menyadari bahwa pertolongan Allah dihentikan, sekalipun hanya berupa tidak adanya tambahan. Bisa pula pertolongan itu dijauhkan darinya tanpa ia menyadarinya, sekalipun hanya membiarkan dirimu dan apa yang engkau inginkan.
Murid yang dimaksud adalah orang-orang yang menekuni makrifat, yaitu mereka yang mempunyai kehendak untuk menuju jalan Allah. Termasuk kita sekarang ini, yang ingin menempuh jalan Kebenaran, jalan Makrifat. Adalah merupakan suatu kebodohan jika kita tidak menyadari akan kesalahan diri sendiri terhadap Allah.
Seumpama kita terlanjur lalai atau berbuat tidak sopan kepada Allah, tetapi kita merasa Allah tidak Menghukum kita. Kita merasa yakin Allah tidak mencabut nikmat-Nya atau tidak menjauhkan nikmat itu. Dan hati menjadi tenang, seraya berkata, “Seandainya aku bersalah tentu pertolongan-Nya dicabut, namun kenyataannya tidak, maka berarti aku tidak bersalah.”
Kita tidak tahu, sesungguhnya orang yang berbuat salah dan pekertinya buruk terhadap Allah, maka Allah tidak serta Menjatuhkan siksa-Nya, tidak serta memutus pertolongan-Nya. Bisa saja tidak kita sadari bahwa pertolongan-Nya itu diputus secara perlahan-lahan. Atau secara halus – nyaris tidak terasa – kita dijauhkan dari nikmat, atau kita tidak diberi tambahan nikmat. Sebenarnya itu adalah peringatan dari Allah, namun karena kebodohan kita, maka kita tidak menyadarinya.
Kebodohan itu jika dibiarkan, semakin lama akan menjebak diri sendiri. Karena setiap kita berbuat tidak sopan – maksiat – selalu saja merasa tidak bersalah. Maka timbullah rasa ujub di dalam hati. Lalu hati tercemar debu-debu dosa yang menghalangi jalan menuju Allah. Hijab yang menghalangi antara diri kita dengan Allah semakin tebal. Dan, na’udzubillah, kita menjadi orang yang tersesat. Perhatikan firman Allah, “Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya (tidak taat) maka sesungguhnya dia telah sesat dengan kesesatan yang nyata [QS. Al-Ahzab 36]
Maka ketahuilah tanda-tanda orang yang tersesat diantaranya adalah ia merasa berat dan sukar untuk mengerjakan perintah-Nya meskipun sudah berusaha untuk melakukannya, mudah tergoda dan melanggar larangan-Nya meskipun ia berusaha untuk mencegah langkahnya menuju larangan itu, dan ia merasa tidak membutuhkan pertolongan Allah lagi, sehingga ia enggan berdoa.
Sebaliknya, orang yang dibukakan jalan lapang menuju Allah ialah ia merasa ikhlas dan mudah melakukan perintah-Nya, ia tidak mudah terjebak dalam lorong kemaksiatan, dan senantiasa berdoa maupun bersyukur karena tetap merasa membutuhkan Allah, kapan dan dimana saja.
Sumber : Buku Telaga Makrifat Karya Syaikh Ibnu Atha’illah
Label:
Tausiyah
Langganan:
Comment Feed (RSS)
