Rogerkomp melayani service laptop dan komputer di jayapura hub 082198428797

Senin, 29 Desember 2008

Cara Berpikir Orang Kaya

Perbedaan yang cukup mencolok antara orang kaya, orang awam dan orang miskin adalah pada cara berpikirnya. Orang berbakat kaya selalu belajar berpikir dan bertindak seperti layaknya orang kaya. Ketika orang miskin dan awam bekerja keras untuk memperjuangkan kenaikan gaji, calon-calon orang kaya justru bekerja keras membangun mindset (cara berpikir) sebagai orang kaya, pemilik aset dan investor yang memiliki pasive income.


Ketika sama-sama memiliki uang Rp. 100.000,- misalnya, orang awam dan miskin selalu berpikir apa yang bisa dibeli dan dikonsumsi, sedangkan orang berbakat kaya berpikir bagaimana uang tersebut bisa dilipatgandakan dengan cara diinvestasikan atau dibelikan sesuatu untuk dijual kembali agar memperoleh keuntungan.Orang awam dan miskin selalu berpikir tentang bagaimana memenuhi kebutuhan sendiri, sedangkan orang berbakat kaya lebih sering memikirkan bagaimana cara untuk memenuhi kebutuhan orang lain. Pikirannya berfokus bagaimana sumberdaya yang ada bisa didayagunakan untuk menghasilkan lebih banyak uang – tentu – dengan jalan yang halal.

Cara berpikir seseorang akan sangat mempengaruhi cara bertindak dan cara mengambil keputusan. Karena itu membenahi cara berpikir adalah modal pertama dan utama untuk menjadi kaya.

Orang awam dan miskin mudah tergoda untuk berbelanja barang yang dia inginkan walaupun dengan cara berhutang. Sementara orang berbakat kaya berpikir seribu kali untuk membeli sesuatu, kecuali barang itu memang sangat “urgent” dan itupun disesuaikan dengan kadar kemampuannya.

Orang berbakat kaya mampu membedakan dengan jelas mana yang termasuk “kebutuhan” dan mana yang hanya sekedar “keinginan”. Kebutuhan adalah sesuatu yang memang kita butuhkan dan jika tidak kita penuhi akan berakibat kehidupan kita menjadi susah. Sementara keinginan adalah segala sesuatu yang kita ingin miliki walaupun sesuatu itu tidak kita butuhkan dan seringkali hanya didorong oleh hawa nafsu yang tidak terkendali.

Orang berbakat kaya berusaha untuk mengalihkan “keinginannya” kepada hal-hal yang produktif sehingga ada nilai tambah bagi dirinya dan bagi orang lain.

sumber :tentangkeuangan.blogspot.com

E-Book Menghilangkan Virus
E-Book Belajar PowerPoint
Password E-Book

Pesan dan Kesan

Gabung Yuk...

Klik Aja

Pengikut